Share It  Berita Terkini, Unik & Menarik

Sejarah Baret Ungu Korps Marinir TNI AL

Peristiwa 1 Week, 1 Day ago
Pada tanggal 15 November 2020 kemarin Korps Marinir baru saja memperingati HUT ke-75. Korps Marinir merupakan salah satu kesatuan pasukan elite di TNI Angkatan Laut yang sejak lama dikenal dekat dengan rakyat Indonesia. Dalam beberapa peristiwa penting nasional, Marinir seringkali dilibatkan dan berhasil menjalankan misinya.

Marinir bahkan dianggap mampu meredam emosi massa secara persuasif pada sejumlah aksi massa pasca Reformasi 1998 berkat kedekatan historis dan emosional yang dimiliki kesatuan baret ungu tersebut dengan rakyat. Namun, tahukah bagaimana sejarah Marinir menggunakan baret ungu yang menjadi ciri khas mereka selama ini? Berikut penjelasan lengkapnya.

Pada awalnya warna ungu pada baret Marinir dipilih karena merupakan warna pita yang dipakai oleh kesatuan ini (saat masih bernama Korps Komando Angkatan Laut atau lebih dikenal dengan singkatan KKO-AL) sebagai kode pengamanan yang digunakan saat berlangsungnya pelaksanaan operasi pendaratan di Padang, Sumatera Barat dalam Operasi Militer 17 Agustus pada tanggal 17 April 1958.

Operasi 17 Agustus yang dimaksud adalah sebuah operasi militer yang dipimpin langsung oleh Kolonel Achmad Yani dan melibatkan dua unsur kekuatan pasukan khusus yang dimiliki TNI saat itu, yakni Banteng Raiders dan KKO-AL yang bertujuan untuk menumpas gerakan pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) yang berpusat di kota Padang, Sumatera Barat.

Sumber foto: CNN Indonesia

Pada tahun 1961 untuk pertama kalinya prajurit KKO-AL mengenakan baret warna ungu dalam penugasan Operasi Alugoro di wilayah Aceh. Awalnya baret ungu tersebut dilengkapi emblem berbentuk segi lima warna merah pada bagian kiri depan baret dengan lambang topi baja layaknya prajurit Romawi kuno dengan dua pedang yang bersilang pada bagian tengahnya.

Setahun kemudian atau pada tahun 1962 yang bertepatan dengan peringatan HUT ke-17 KKO-AL, kembali dilakukan perubahan emblem pada baret KKO-AL dengan menampilkan Keris Samudera yang dikelilingi pita yang bertuliskan “Jalesu Bhumyamca Jayamahe” serta terdapat tulisan “Korps Komando” pada bagian bawahnya.

Di antara tulisan Korps dengan Komando terdapat angka 1945 yang menandakan tahun kelahiran Korps Marinir yakni pada tahun 1945. Lambang dan tulisan pada emblem baret prajurit KKO-AL tersebut terbuat dari bahan kuningan yang beralaskan warna merah berbentuk segi lima.

Pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, KKO-AL kemudian resmi berganti nama kembali menjadi Korps Marinir pada tanggal 14 November 1975 berdasarkan Keputusan KSAL No. Skep/1831/XI/1975. Pergantian nama ini sesuai dengan nama awal kesatuan ini saat pertama kali dibentuk pada tahun 1945 sehingga bisa dibilang Marinir telah kembali ke jati diri awalnya.

Sumber foto: interaktif.kompas.id

Setahun kemudian emblem pada baret pasukan Marinir kembali berubah setelah dikeluarkannya Surat Keputusan KSAL No. Skep/2084/X/1976 pada tanggal 20 Oktober 1976 yang berisi tentang Perubahan Emblem Korps Marinir. Bentuk perubahannya adalah adanya penambahan jangkar pada bagian latar belakangnya. Perubahan juga terjadi pada bagian pita yang tadinya bertuliskan “Korps Komando” kini berubah menjadi bertuliskan “Korps Marinir”.

Emblem tersebut dipasang pada baret ungu dengan ketentuan bahwa bagian tengah dasar emblem terletak pada bagian atas ujung luar kening mata kiri. Emblem tersebut mulai resmi digunakan pada baret oleh prajurit Marinir tepat pada peringatan HUT-31 Korps Marinir yang jatuh pada tanggal 15 November 1975 dan tetap digunakan hingga saat ini. Marinir Indonesia jaya di laut dan di darat!

AI

Tags

Baca Juga

Berita Terkini

Berita HOT!

Video Terbaru